Guys,
Apa kabar :-) ?
Seperti janji waktu itu, mau bikin laporan mengenai project santa, sekarang coba diwujudkan, dibuat dalam cerita ringan aja ya.
Ceritanya mau dibuat trilogi, biar kaya pilem Lord Of The Ring :-)
Sorry, karena banyak kerjaan, ceritanya baru dimulai sekarang.
So, duduk yg manis dengan segelas susu coklat hangat ya hahahha
(Ceritanya bener2 panjang lho ....)
Kisah pertama:
-Perjalanan-
Prolog...
Mungkin kita semua setuju bahwa tidak ada seorangpun mau, jika lahir atau hidup dalam keadaan kekurangan atau kecacatan. Tak seorangpun yang dapat memprediksikan bahwa kelak ia lahir dan hidup dalam keadaan cacat. Jika dihadapankan pada pilihan untuk lahir dan hidup dalam keadaan yang cacat, mungkin kita bisa menjawab lebih baik mati dari pada hidup dalam keadaan yang cacat. Pendapat seperti ini tentu sangat bertentangan, karena hidup ini adalah anugerah sebagai wujud cinta Tuhan bagi kita. Hal ini memang tak mudah untuk dipahami apalagi diterima begitu saja. Maka penyadaran kepada semua pihak untuk dapat mengerti bahwa manusia adalah titipan ilahi adalah bagian dari perjuangan kami dalam karya kasih yang kami layani di SLB - C Karya Bhakti Purworejo.
Itulah sebagian kalimat yg tertulis di website. SLB-C (http://slbckaryabakti.tripod.com)
Tulisan itu tercari, ketika saya mempersiapkan rencana perjalanan ke Purworejo, ketika ingin tahu tepatnya dimana borowetan purworejo itu.
Thanks to mr google, yg sedemikian canggih.
Rencana pergi ke Purworejo, sebenarnya ingin sebelum natal. Tapi geng bandung menyarankan sehabis natal, karena ketika natal semua pasti sibuk. Saya pikir benar juga, belum lg ada tugas yg harus dibantukan di gereja untuk malam natal.
Dan ternyata, dari hasil telp dengan Bruder Elias, yg mengurus anak2 disana, anak2 disana sebagian besar juga libur tanggal 19 an.
Jadi diputuskan untuk berangkat tanggal 27 desember saja.
Setelah malam lelang yg seru dan melelahkan, yg dipandu update terus menerus oleh boss wiwi, dan geng nongkrong bandung, yg memanas manasi pengebid, akhirnya kita menghasilkan pemenang2 lelang.
Setelah dihitung hasil lelang dan dari sumbangan langsung - terimakasih sekali lagi semuanya yg telah berkontribusi- dan kita mendapatkan dana cash : 17.000.000, yup tujuh belas juta rupiah lebih dikit..... Plok2 plok plok.
Jumlah yg termasuk sangat baik, untuk permulaan project ini.
Jumlah tersebut belum termasuk sumbangan lain yg terkumpul, diantaranya:
Hearing aids
Total 15bh
Sumbangan barang
Makanan
Jumlah jamleh, nilainya brapa ya? Mungkin 40jt kali.
Nah, sekarang yg jadi masalah bagaimana cara uang itu di belanjakan.
Memang paling mudah belanjakan di bandung, dan bawa semua barang tsb ke purworejo. Tapi 17 jt bukan uang sedikit yang kalau dibelanjakan sembako, bisa ratusan kilo atau malah itungan ton :-)
Akhirnya diputuskan untuk dibelanjakan saja langsung di purworejo.
Pasti beberapa org menanyakan, kenapa ngga dikasih kontan saja?
Memang paling mudah kasih kontan, apalagi bisa transfer.
Dan kalau belanja dr bandung, bisa saja sewa truk fedex, kirim semuanya kesana.
Tapi, rasanya kok ngga sreg, dan ingat ketika cerita awal, waktu kita mulai lelang? Mereka minta beras, kebutuhan dasar.
(Cerita tentang beras, akan ada lagi di seri ke 2 :-)
Lebih mudah mempertanggungjawabkan laporannya, bila sudah dibelikan barang dan dikirim, para bidder dan penyumbang bisa lihat hasilnya nyata. Daripada hanya dikasih lihat bukti transfer :-)
Setelah beres kesibukan natal, mulai barang2 lelang di pak dan siap dikirimkan.
33 paket semuanya, dan membutuhkan satu harian untuk memilah, menulisakan alamat, membuat airwaybill, menelepon fedex, dan dikirimkan.
(Pelengkap cerita silahkan lihat foto2nya di sini. Sekalian kasih komentar disana ya)
Skarang siap berangkat.
Dari yg bisa berangkat, ternyata ada 2 kandidat saja, saya dan johanus.
Yg lain masih ada yg kerja, ada yg tutup buku, ada yg hrs ke jkt dll.
Wiwi yg asalnya mau ikut juga sakit, kecapean krn pelayanan natal.
Maka kita sebut MIB yg mau pergi, man in black, karena hanya ber2 hehe.(Yg black mobilnya)
Hambatan berikutnya adalah mobil, yg ngga tau mau pake apa.
Mobil johan miring, jadi ngga safe dipakai jalan jauh. Saya? Hanya punya mio soul hahahahha (keren juga klo boncengan ma johan ke jateng:-)
Jadi diputuskan untuk sewa.
Asalnya pilih mobil2 besar seperti pregio, tp ternyata dekat akhir tahun, yg banyak disewa org2 untuk jalan2 liburan, sulit mendapat mobil tsb.
Akhirnya posting di milis.
Eh, akhirnya ada IW, anak milis yg bilang temannya punya persewaan, dan mobil itu boleh stir sendiri dan dikasih harga murah.
Akhirnya kita jadikan, walau mobilnya ngga besar, xenia vvti.
Karena keterlambatan ini, maka akhirnya diputuskan mundur 1 hari ke tgl 28 untuk berangkat. Ternyata keputusan ini nanti kita ketahui tepat.
Dibantu istri, saya menyiapkan daftar belanja, namanya laki2, mana hafal sih, beras sekilo berapa, musti beli brapa banyak dll.
Akhirnya setelah punya daftar, diputuskan untuk membeli sebagian barang yg tidak terlalu berat, untuk mengurangi beban belanja di purworejo.
Pada malam hari, sebelum subuh waktu untuk berangkat, maka saya titipkan istri untuk belanja ke tempat grosir, sementara saya masih siapkan laporan awb dan mengepak barang2 sumbangan untuk dibawa, dan tempelkan kertas print-an berisi informasi project santa, sumbangan untuk panti asuhan St.Laurentius.
Tujuannya, kalau sampai ketemu polisi dan dicegat, krn mobil penuh barang, boleh diampuni, krn itu sumbangan :-)
Akhirnya bertambahlah bawaan, karena 3jt rupiah dibelanjakan untuk alat2 kebersihan, seperti sabun, sikat gigi , detergen, biscuit, dsbnya juga obat2 an.

Rencana berangkat jam 6 pagi, akhirnya disepakati dipercepat, supaya tidak sampai kesorean disana.
Nah ini membuat iw menderita :-)
Ceritanya krn mau berangkat jam 3 pagi, akhirnya telp iw, supaya pada malam hari, mobil dianter ke tempat johan, padahal rencana awal, diantar jam 6 pagi ke tempat saya.
Johan, karena merasa harus fit, merasa harus tidur cepat, jam 10 dia tidur, matikan semua telp.
Ternyata iw karena permintaan mendadak, baru bisa dateng ke johan jam 12 an malam. Karena tidak mau mengganggu tidur johan, dengan baik hati iw tidur di mobil depan rumah johan (duh joh, teganya kau :-)
Saya bukan batman, tapi tidur selalu larut, jadi bisa bangun kaga jam 3 pagi?
Akhirnya hanya rebah, ngga tidur:-)
Saya kira semuanya sudah siap dng baik, karena setelah terakhir kontak sama iw, dan iw menyanggupi bawa mobil ke johan, dan tidak hubungi iw lagi.
Jam 3 teleponan sama johan, berita pertama: mobilnya ngga ada kata johan, waks....
Saya telp iw, dan ternyata baru ketauan seperti cerita di atas, iw nunggu deket rumah johan, tidur di mobil :-)
Akhirnya berangkat juga.
Johan anter iw ke rumahnya, duh antara rumah johan ke iw itu jauhnya ujung ke ujung, dan kemudian jemput saya.
Pagi2 gerimis, kita ber dua dingin2 naikkan barang ke mobil.
Dan mobil penuh..... Ngga ada tempat kalau pergi ber 3.. Jadi pilihan ber 2 ternyata pas juga, kalau liat kapasitas mobil.
Siap berangkat?
Ternyata 3 buah henpon iw, semua tertinggal di mobil, jadi subuh itu kita balik lagi ke tempat iw untuk anter henponnya hahaha.
Dan perjalanan pun dimulai, setelah isi bensin full.

Johan pegang kendali, saya yg mengantuk, duduk di kursi sebelah dan pilih tidur.
Kirain xenia itu pelan, ternyata gesit dan kencang.
Sesudah itu mempercayakan saja nasib mobil di tangan johan, yg setelah tau xenianya kencang, naluri pembalap dan jurus nyetir gaya supir angkot langsung keluar :-D
------commercial break------
Dekat hari terakhir berangkat, ternyata project santa ini sudah beredar lebih luas. Diantaranya kita bisa dapet sumbangan dari bukan anggota milis.
Dan dapet tawaran dari garmin untuk dipinjamkan GPS navigasinya.
Dengan pengiriman via xtrans, supaya dalam bbrp jam dari jkt sampe ke bandung, diterimalah Garmin GPS type Nuvi 200, lengkap dengan memory card berisi city navigator.
Yg membedakan nuvi ini berbeda, nuvi ini proyek baru garmin yg berisi panduan memakai bahasa indonesia, yg dipopulerkan boss Gun sebagai putri solo.
Nah suaranya itu wanita berlogat jawa hehehe.
"200 meter belok kiri"
Belum lama, garmin indonesia merelease citi navigator, yaitu peta jawa bali yg komplit.
Di dalamnya juga selain nama jalan, ditanamkan tempat2 penting, dari hotel, bank, shopping mall, sampai rumah makan.
Walau ada bermacam macam software peta, semisal nusamap dan mapking, garmin mobile xt yg baru boleh dibilang menang dalam kemudahan pengoperasian dan kelengkapan datanya baik.
Untuk kita2 yg terbiasa dengan gadget, tanpa membaca manual pun akan bisa langsung mengoperasikannya.
Kemudahan ini menjadi kekuatan garmin seri nuvi, bisa diajarkan ke istri, ke supir, karena mudah pengoperasiannya.

Dilengkapi layar 3,5" , dan dudukan untuk suction ke mobil, maka siap lah berangkat membimbing.
Buktinya , johan yg baru liat garmin ini, saya hanya jelaskan gini cara pakainya sekali saja, langsung bisa, dan bisa saya tinggal tidur :-)
Maka terdengarlah suara cerewet si putri solo, ketika dimasukkan tujuan, cari kota, purworejo, ditemukan, dan pilih menuju ke sana.
Itu menu dalam bahasa indonesianya, kalau yg biasa pakai gps bhs inggris: find city, input purworejo, found purworejo central java, goto.
Dirasakan terlalu cerewet, karena sedikit sedikit ngomong si putri solonya, kita kecilkan suaranya hahhaha.
Berpandu gambar di gps, yang bisa dipilih 2 dimensi atau 3 dimensi, saya dan johan menyerahkan panduan ke garmin ini, karena 2-2nya ngga tau jalan ke jawa tengah :-)
------end commercial break-----
Beberapa gadgets dibawa dalam perjalanan ini,
Pertama saya dan johan pakai blackberry 8300 dan 8700.
Entah johan bawa apalagi, kalau tidak salah beberapa buah handphone, mungkin semua operator dia ada handsetnya :-)
Disaya juga ada nokia cdma berkartu esia yg akhirnya useless karena sebentar kemudian not find operatornya.
Saya masih bawa G tracker, gps tracker yang bisa lacak posisi langsung via sms dan gprs.
Entah kenapa G tracker ini ngambek, ngga mau dapet posisi.
Padahal rencananya mau di broadcast ke milis, supaya yg mau ikutin perjalanan project santa bisa liat real time location kita gimana dng sms atau via google earth. Sayang deh.
Sebagai backup, saya bawa garmin 10x dan ipaq 4700 berisi nusamap.
Setelah isi bensin 165 ribu, mulailah tantjap gas, dan saya tidur.....
Sampai di daerah Banjar, kita berhenti untuk makan pagi, sekitar pukul 9 an, di RM Pringsewu.
Boss Johan tertarik untuk mampir kesana, karena rumah makan ini sepanjang 134KM memasang spanduk yg masuk ke rekor muri, sebagai spanduk terbanyak, isi spanduknya: 25KM lagi pringsewu, 10km lagi pringsewu (beserta iklan makanannya, misal udang goreng ) dst.
Akhirnya mampir di RM 24 jam ini, yang ternyata bukan makan pagi, tapi sekaligus makan siang karena menunya pagi hari terbatas menu besar, ayam goreng, cumi goreng dsb.
Ngga taunya jumlah porsinya ternyata besar waktu dateng, bagusnya Johan memang pelahap hahahha. Akhirnya habis juga.
Makanannya standard, termasuk agak mahal, tidak terlalu recommended.
Berkelakar sama johan, kita bilang makanannya mahal karena buat ongkos spanduk sepanjang 134km itu.
Karena kekenyangan Johan ngantuk, gantian deh kita nyupirnya, dan mulai jalan lagi.
Saya pikir xenia itu pelan, ternyata bertenaga, pantesan johan maunya ngebut terus, akhirnya ikut tantjap gas, pada rute ini jalannya berliku liku dan kecil, banyaknya bus mini lewat di jalan ini dan mereka juga ngebut.
Sampe masuk jawa tengah, ngga tau tepatnya dimana, karena ngga merhatiin, ada 1 titik pertigaan yang jalannya harus dilewati, tapi ternyata satu arah dari arah sebaliknya.
Sedangkan GPS mengarahkan masuk jalan itu.
Saya ingat, nusamap juga dulu begitu.
Jadi cuek aja ambil jalan baru yg ngga terlihat di GPS, bagusnya, biasanya gps ribut salah jalan, garmin ini tidak, walau tanpa gambar jalan kita bisa liat bahwa jalan yg baru ini paralel dengan jalan yg sebenernya harus dilewati.
Waktu sampe titik temu balik ke jalan utama, garmin langsung ngomong, dan arahkan ke destinasi tujuan.
Dan disini si "putri tidur" johan menggeliat bangun.
Karena sudah siang, room bandung blackberry messenger sudah pada bangun.
Jadi bb ini bunyi terus, karena pada ngobrol.
Kalau johan lg nyetir, saya yg ngobrol sama anak2 geng nongkrong, klo saya nyetir gantian johan yg ngobrol.
Adanya room chatting, ngebuat perjalanan jadi rame, seolah olah banyak temen di mobil.
Mengingat banyak barang yg harus dibeli, room bandung menyarankan kontek anak2 jogja, tanya beli dimana.
Belanja ke jogja rasanya kejauhan, karena liat di peta, jogjanya dari purworejo masih 50km an.
Maka emailin anak jogja.
Weh mudah ya klo ada bb :-)
Kemudian karena berpikir nanti kalau beli sembako kan bukan di supermarket, pasti kan ngga bisa debit bca, diputuskan untuk mengambil uang kontan.
Karena sepanjang jalan tadi ngga liat atm bca atau atm apapun, jadi berpikir, musti mampir kemana?
Inget di garmin ada fasilitas point of interest, jadi selain cari alamat kita bisa cari tempat2 yg dianggap penting, seperti bank, hotel, rumah makan, dll.
Masukkan find bca.
Hore ada.....80km lagi, eh kok panahnya ke bawah?, ngga taunya bca nya di ciamis kota yg udah lama kita lewati hahahha.
Akhirnya keluarin backup, gps 10x sambung ke nusamap di ipaq 4700.
Cari bca, eh ada di depan, 20km an lagi seberang2 an sama mandiri.
Kelihatannya data si nusamap termasuk atm, yg garmin mungkin belum.
(Di adu aduin biar garmin upgrade lebih komplit, nanti klo garmin lebih komplit laporin ke nusamap biar nusamap bikin lebih komplit, nah gitu aja terus biar berkembang hahhaahha)
Di jalur ini kita berduan ngobrol ngga tidur lagi. Sampe akhirnya ketemu atm bca yg asik.
Pas masuk atm bca, kaget, atm nya kok ngga pernah lihat di bandung yg sebagus ini. Pertama, atmnya ada kaca spionnya hahahha, jadi bisa liat di belakang ada sapa.

Trus yg bingung, deket tombol atmnya ada colokan headphone, dengan lambang headphone.

Hahahha untuk apa yah colokan headphone, apa karena speaker atm bca itu berisik?
Nyebelin emang waktu di bec ada atm bca yg baru, yg klo lagi ngga dipake ngulang2in suara iklan bca, kalau dipake ngomongnya keras: please enter your PIN number bla bla bla.
Karena ngga bawa headphone, jadi ngga nyoba.
Kata anak2 di room bandung jangan2 buat denger lagu gratis sama isi ringtone hahhahahaha.
Sepanjang jalan kita lihat banyak indomart dan alfamart.
Padahal daerah yg dilalui boleh dibilang masih belum kota lah.
Jadi kepikir, karena kita sekarang udah biasa dengan hypermart.
Kalau di pinggiran sudah dibiasakan, mart2 demikian, bagaimana nasib pedagang tradisional?
Bbrp minggu yg lalu saja hypermart bisa muncul di cianjur yg hanya kota kabupaten, bayangkan hasilnya, semua org belanja kesana.
Berapa ratus toko2 tradisional dan pasar tradisional yg kena imbas.
Dibalik toko2 dan pasar2 tradisional, tentu banyak mulut yg harus diberi makan, ada keluarga, ada pekerja, ada pemasok.
Semua pasti terdesak.
Ngga habis pikir saya kebijaksanaannya pemerintah kabupaten atau kota mengatur tata ruang.
Di bandung aja, sekarang lagi ribut, pasar tradisional di perbaharui, jadinya mall, dan yg pedagang lama ditaruh di basement dan suruh bayar mahal pula sewa atau beli kiosnya, kasihan.
Bagus ngobrol sama johan ketawa terus, jadi ngga terlalu prihatin, soalnya kita cerita, setelah ngambil duit di atm, nanti kalau di purworejo, dateng ke warung beras, gini mau tanyanya:
Kita: "Pak, ada beras yang bagus?"
Tknberas: "ada pak, 5000 sekilo"
Kita: "boleh nawar pak?"
Tknberas: "harga beras sekarang mahal de, emang ade mau beli brapa kilo sih?"
Kita: "ngga banyak2 sih pa, satu setengah ton aja! "
hahahhahahahahahaha
Dan ngga lama kemudian, sekitar jam 13.30 sampe juga akhirnya kita ke purworejo.....
-----end kisah 1: perjalanan----
Bersambung ................
Preview kisah 2: penderitaan
"Hati kecilku ingin berkata
Andai aku seperti engkau
Dunia terasa lebih indah
Sayang aku kurang sempurna
Ku tahu Tuhan maha Kuasa
Cintanya adil pada manusia
Meski aku kurang sempurna
Hidupku dapat lebih berguna
Lagu anak2 panti..
Comments
Post new comment